Jangan salah pilih! Inilah perbedaan chiller dan freezer, mulai dari suhu, fungsi, hingga jenis makanan yang cocok disimpan
Banyak orang masih bingung membedakan antara chiller dan lemari pembeku. Karena keduanya sama-sama berfungsi untuk mendinginkan makanan, padahal peran yang dijalankan sangat berbeda. Jadi, memahami perbedaan keduanya penting agar Anda bisa menyimpan makanan dengan tepat, menjaga kualitas tetap segar, dan menghindari pemborosan akibat makanan cepat rusak. Untuk mengetahui apa saja bedanya chiller dan lemari pembeku, simak penjelasan berikut ini.
Chiller adalah ruang pendingin dengan suhu 0–5°C yang berfungsi menjaga makanan tetap segar tanpa membekukannya. Alat ini ideal untuk menyimpan kebutuhan harian seperti sayur, buah, susu, minuman, keju, hingga daging yang akan segera diolah, sehingga tekstur dan kualitasnya tetap terjaga.
Dengan suhu stabil, chiller mampu memperlambat pertumbuhan bakteri dan proses pembusukan, membuat makanan segar lebih tahan lama meski hanya beberapa hari. Karena itu, chiller sangat tepat digunakan untuk kebutuhan harian, bukan penyimpanan jangka panjang.
Berbeda dengan chiller yang hanya menjaga makanan tetap segar pada suhu 0–5°C, lemari pembeku bekerja dengan suhu jauh lebih rendah, biasanya -18°C atau lebih dingin, untuk membekukan makanan sepenuhnya. Proses ini menghentikan pembusukan sehingga makanan bisa bertahan jauh lebih lama. Makanan Beku, es krim, daging, Makanan Laut, hingga makanan olahan bisa disimpan berbulan-bulan tanpa banyak kehilangan nutrisinya.
Lemari Pembeku sangat cocok bagi Anda yang terbiasa belanja bulanan atau menyimpan stok bahan makanan dalam jumlah besar. Dengan persediaan yang aman tersimpan, Anda tidak perlu sering ke pasar atau supermarket, sehingga lebih praktis sekaligus efisien.
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah perbedaan lemari pembeku dan chiller:
1. Suhu
2. Fungsi
3. Jenis Makanan
4. Daya Tahan Makanan
Dari berbagai hal tersebut terlihat meskipun keduanya merupakan pendingin, chiller dan lemari pembeku punya tujuan berbeda. Menggunakan keduanya secara tepat bisa membantu Anda menjaga kualitas makanan sekaligus menghemat pengeluaran.
Seiring perkembangan teknologi, kini lemari pembeku hadir dengan fitur yang lebih modern. Tidak hanya soal kapasitas besar, tetapi juga hemat energi sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Salah satu contohnya adalah chest lemen pembeku dari Midea yang dirancang dengan ruang penyimpanan luas dan efisiensi tinggi. Bentuknya yang melebar ke samping membuat Anda bisa menyimpan berbagai jenis makanan dalam jumlah besar, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Lemari pembeku modern seperti ini juga dilengkapi teknologi canggih untuk menjaga kestabilan suhu, sehingga makanan tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan lama. Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang dalam mengatur stok makanan beku di rumah.
Chiller dan lemari pembeku sama-sama berperan penting dalam menjaga kualitas makanan, tetapi fungsinya berbeda. Chiller dengan suhu 0–5°C digunakan untuk mempertahankan kesegaran bahan makanan sehari-hari seperti sayur, buah, minuman, hingga daging yang segera diolah. Sementara itu, lemari pembeku bekerja pada suhu jauh di bawah 0°C untuk membekukan makanan sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu panjang, bahkan hingga berbulan-bulan. Memahami perbedaan ini membantu Anda menentukan penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan, sekaligus memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan pengeluaran rumah tangga lebih efisien. Jika Anda mencari chiller ataupun pendingin, Midea bisa jadi pilihannya. Selain karena desainnya yang menarik juga hemat energi. Cek informasi lengkap produknya di sini!