Mencari merek AC yang bagus dan awet untuk iklim Indonesia? Pahami apa yang membuat AC tahan lama, tahan karat, dan kompresor awet.
Di Indonesia, AC dipakai hampir setiap hari. Cuaca yang panas dan lembap sepanjang tahun membuat AC dinyalakan sering dan lama, sehingga unit yang tidak awet mulai berkarat, pendinginannya melemah, dan sering diperbaiki hanya dalam beberapa tahun pemakaian.
Maka dari itu, selain dingin dan hemat listrik, keawetan menjadi hal yang sangat diperhatikan keluarga di Indonesia. Lalu, AC seperti apa yang tergolong awet, dan mengapa Midea layak menjadi pilihan yang tahan lama?
Awet atau tidaknya sebuah AC lebih ditentukan oleh beberapa hal berikut daripada sekadar nama besar sebuah merek:
Sebagai merek AC inverter dengan penjualan terdepan di dunia, Midea memiliki desain dan jaminan yang sesuai pada tiap aspek tersebut. Berikut penjelasannya satu per satu.
Bagian AC yang paling sering bermasalah adalah unit outdoor. Unit ini terus terpapar di luar ruangan, dan di udara Indonesia yang lembap serta berkadar garam di pesisir, sirip dan pipa tembaganya paling mudah berkarat dan terkorosi. Begitu terkorosi, pendinginannya melemah dan usia pakainya memendek.
Midea Celest dan sejenisnya dibekali perlindungan Prime Guard, sebuah rangkaian perlindungan untuk iklim tropis yang mencakup unit outdoor, unit indoor, dan bagian kelistrikan:
Rangkaian perlindungan dari luar hingga bagian kelistrikan ini membuat Midea lebih awet daripada unit yang hanya mengandalkan satu lapisan antikarat.
Kompresor adalah inti dari AC, sekaligus komponen paling mahal dan paling menentukan usia pakai. Begitu rusak, sering kali berarti perbaikan mahal bahkan penggantian unit, sehingga kualitas dan lama garansinya sangat menentukan usia sebuah AC.
Untuk cakupan garansi dan layanan resmi selengkapnya, Anda bisa membaca garansi dan service center AC Midea di Indonesia.
Keluarga di Indonesia sering menyalakan AC dalam waktu lama, dan cara kerja AC memengaruhi keausan kompresornya:
Maka dari itu, semakin lama dipakai, inverter bukan hanya lebih hemat, tetapi juga lebih awet. Untuk memahami perbedaan keduanya lebih jauh, Anda bisa membaca cara memilih AC inverter atau non-inverter.
Teknologi inverter Midea mendukung keawetan sekaligus penghematan melalui:
Perpaduan keduanya membuat Midea menghemat listrik sekaligus mengurangi keausan kompresor, sehingga lebih sesuai untuk pemakaian lama.
Banyak AC yang cepat menua sebenarnya bukan karena masalah kualitas, melainkan karena PK-nya tidak tepat:
Menyesuaikan PK dengan luas ruangan agar unit bekerja pada beban yang wajar adalah langkah penting untuk memperpanjang usia pakai. Berikut acuan kapasitas resmi Midea:
Luas Ruangan |
BTU yang Dibutuhkan |
Kapasitas (PK) |
10 m² |
±5.000 BTU |
½ PK |
12–18 m² |
±9.000 BTU |
1 PK |
20–24 m² |
±12.000 BTU |
1,5 PK |
25–30 m² |
±18.000 BTU |
2 PK |
Untuk perhitungan yang lebih tepat, Anda bisa membaca cara memilih PK AC sesuai ukuran ruangan.
Unit yang awet pun tetap memerlukan perawatan atau sesekali perbaikan, dan di sinilah purna jual menjadi jaminan terakhir. Midea membangun jaringan purna jual yang menjangkau seluruh Indonesia:
Di mana pun Anda berada, dukungan resmi tetap mudah dijangkau.
AC yang awet harus kuat pada bagian yang paling mudah bermasalah. Midea memiliki jaminan pada tiap aspek keawetan:
Keluarga yang menginginkan AC awet dapat mengutamakan seri inverter Midea Celest. Setelah memilih, sesuaikan PK dengan luas ruangan.
Jika ragu, Anda dapat menghubungi customer service resmi Midea, mengunjungi halaman AC Residensial Midea, atau menemukan toko terdekat lewat Store Locator.
Q1: Berapa tahun umur pakai AC yang normal?
Dengan perawatan yang baik dan kapasitas yang tepat, AC umumnya dapat dipakai bertahun-tahun. Yang paling memperpendek usia biasanya adalah unit outdoor yang berkarat dan PK yang tidak sesuai.
Q2: AC inverter atau non-inverter yang lebih cocok untuk saya?
Jika dipakai lama setiap hari, inverter lebih hemat sekaligus lebih awet. Jika hanya dipakai sebentar atau di ruangan yang jarang digunakan, non-inverter bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis di awal.
Q3: Apa yang bisa saya lakukan agar AC lebih awet?
Pilih PK yang sesuai, bersihkan filter dan unit secara berkala, serta hindari menyetel suhu terlalu rendah terus-menerus agar kompresor tidak bekerja terlalu berat.
Q4: Seberapa sering AC perlu dibersihkan agar tetap awet?
Tergantung intensitas pemakaian dan kondisi lingkungan. Panduannya bisa dibaca di seberapa sering AC perlu dibersihkan.
Q5: Apakah membeli dari saluran resmi memengaruhi keawetan dan garansi?
Ya. Saluran resmi memastikan produk asli sekaligus garansi resmi yang berlaku, termasuk garansi kompresor, sehingga purna jualnya lebih terjamin.
Q6: Di mana sebaiknya unit outdoor ditempatkan agar lebih awet?
Sebisa mungkin hindari paparan hujan dan sinar matahari langsung terus-menerus, serta pastikan sirkulasi udaranya baik agar beban kerjanya berkurang dan korosi lebih lambat, terutama di daerah pesisir.